Prodi Magister Manajemen Ter-Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT

JUL
07

Public Speaking, Tingkatkan Mentalitas Diri Untuk Karir Cemerlang

Sabtu, 07 Juli 2018     Dilihat: 2909

 

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (Himapas) Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya untuk yang pertama kali menggelar Workshop Public Speaking and Motivation for Successful Career pada Sabtu, 7 Juli 2018. Bertempat di Auditorium Kampus 1 STIE Perbanas Surabaya, Jl. Nginden Semolo 34-36, event ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, mulai dari pebisnis, karyawan, bankir, mahasiswa, entrepeneur, dan lain sebagainya.

Tujuan acara ini digelar adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya ilmu public speaking di era revolusi industri 4.0. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada pengembangan softskill berbicara di depan umum dan peserta akan semakin termotivasi sehingga berdaya saing meningkatkan karir di masa depan.

Ketua Program Magister Manajemen, Prof. Dr. Tatik Suryani, Psi., MM dalam sambutannya sangat mendukung program yang diselenggarakan oleh Himapas. Pasalnya, kegiatan seperti public speaking ini sangat diperlukan ketika seseorang berinteraksi dalam lingkung keci hingga khalayak umum.

Lantas, instruktur atau pemateri yang dihadirkan berasal dari kalangan profesional yang mahir dalam dunia public speaking. Pemateri yang dimaksud adalah seorang Profesional Coach & Public Speaker bernama, M. Fahmi Arief, ST., S.Psi., M.NLP., CPHR dan Youtuber asal Surabaya yang akrab dikenal dengan sebutan Londo Kampung atau David Andrew Jephcott.

Cak Dave sapaan akrab David Andrew Jephcott memberikan tips public speaking kepada peserta yang hadir bisa memanfaat media sosial, seperti Youtube. Pria yang tinggal di Indonesia sejak umur 2 tahun ini menyarankan untuk latihan berbicara dulu di hadapan cermin, atau media lain yang bisa dimanfaatkan. ”Sak durung e tampil yo latihan nang ngomah, karo kucing, ambi ngoco, terus nang youtube ngango video. Mari ngono ditonton kurang e opo didelok orang lain,” ceritanya berbahasa jawa.

Di samping itu, pria juga menyarankan untuk cari perbedaan dari yang lain ketika ingin menjadi seorang Youtuber. Ketika materi yang ditampilkan sama maka netizen juga bosan. Maka dari itu, pihaknya menyarankan agar banyak beride dan menemukan passion yang ada dalam diri kita masing-masing. “ Contoh e aku, passion ku nganggo boso jowo yo digowo no,” tegasnya.

Kali ini workshop yang diterapkan lebih interaktif karena melibatkan para audience agar berani bicara di hadapan umum. Konsep talkshow yang disajikan ini diharapkan bisa membantu dan memberikan solusi terhadap penerapan public speaking oleh peserta. Sejauh ini, public speaking adalah salah satu kriteria membentuk mentalitas seseorang agar percaya diri dan berani berargumentasi di hadapan umum.

Salah satu mahasiswi peserta Workshop, Mariska Nur Fitri mengaku acara ini sangat berguna untuk melatih berkomunikasi. Dirinya pun dapat tips sebelum dalam menerapkan public speaking, yakni menguasai materi, cari metode yang tepat, latihan berulang, dan praktik langsung. ”Public Speaking ini nantinya bermanfaat saat wawancara ketika memasuki dunia karena disitu butuh skill,” kesan Mariska. (Eko.)

 

 

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini