FEB
16

Pusat Kajian Eksperimen Perbanas Surabaya Giat Gelar Webinar Series

Selasa, 16 Februari 2021     Dilihat: 169

Berkontribusi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan bermanfaat senantiasa ditelurkan oleh STIE Perbanas Surabaya. Pihaknya rutin menggelar Webinar Series dengan beragam topik. Salah satunya dari Pusat Kajian Eksperimen (PKE) STIE Perbanas Surabaya. Meski masih terhitung baru beberapa bulan dibentuk, pusat kajian ini sudah enam kali menyelenggarakan webinar nasional.

Hal itulah Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., mengatakan secara institusional pihaknya memfokuskan mendirikan pusat studi. ”Terkait pusat kajian, Pusat Kajian Eksperimen ini baru tahun 2020 di-instal di STIE Perbanas Surabaya. Dan, hal ini merupakan aktivitas dosen-dosen muda dari program studi Sarjana Akuntansi,” ungkapnya.

Lanjutnya, ageda kegiatan PKE adalah coaching, riset-riset eksperimental, dan menghasilkan artikel, serta buku. Seperti yang terakhir dilaksanakan Webinar Series bertajuk "Current Experimental Research in Economics and Business" pada Selasa 16 Februari 2021. Acara yang berlangsung secara Zoom itu menghadirkan narasumber Ertambang Nahartyo, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada.

Menurut Ertambang Nahartyo, Ph.D, penelitian berlatar belakang ekonomika atau bisnis harus punya tendangan. Efek maupun impact utamanya adalah kontribusi ekonomi. Jika bidang ilmunya ekonomi maka paper maupun karya ilmiahnya harus punya economic consequences. ”Ilmu ekonomi sendiri berbicara soal pemilihan. Jadi ini tentang ilmu memilih, making choices atau making decision.  Kenapa harus memilih karena adanya scarcity (kelangkaan),” tuturnya saat mengawali materi.

Berbicara tentang riset bidang bisnis dan ekonomi, dirinya menegaskan secara tradisional sudah ratusan puluhan tahun selalu bersifar institusional. Maksudnya, objek penelitiannya adalah lembaga, meliputi negara, pemerintahan, bank, hingga organisasi. “Dan kajiannya tentang kebijakan-kebijakan institusional,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan riset bidang bisnis dan ekonomika bersifat data arsip atau disebut dengan istilah archival data. Sumber data penelitian bisa diambilkan dari publikasi, Badan Pusat Statistik, Pasar Modal, Cloud, dan Compustat. ”Bukti yang diperoleh adalah bukti empiris. Jadi, yang dipentingkan adalah Empirical Affident,” tambahnya.

Mengingat sifat penelitian insititusional, menurutnya variabel yang dimiliki hingga jutaan. Semua variabel itu memengaruhi dan sangat kompleks. Artinya dibutuhkan analisa yang mendalam terkait hubungan sebab-akibat. Jadi, data empiris yang baik adalah yang alamiah. Hal itu berasal dari manusia. ”Secara individu, perilaku kita adalah data. Perilaku kita layak untuk diteliti,” tegasnya.

Perlu diketahui, perilaku seseorang memang bisa diprediksi namun sulit dipahami. Kondisi tersebut bisa menjadi hal pokok untuk diteliti (human behaviority) sehingga muncul adanya behavior research. ”Behavior Research bisa didekati berbagi metoda, tapi kalau memang yang mau dikedepan itu hubungan sebab akibat, maka eksperimen adalah jawabannya,” tandasnya. (eko/hms)

The Leading Business and Banking School

Kampus Wonorejo : Jl. Wonorejo Utara 16 Rungkut, Surabaya

Kampus Nginden : Jl. Nginden Semolo 34-36, Surabaya

Telp. 031-5947151, 031-5947152 WhatsApp 0858
95979800

Fax. 031-5935937 Email: humas@perbanas.ac.id

Ikuti Kami:

Whatsapp
Instagram
Youtube
Facebook
Website
Twitter


Dapatkan Informasi Disini