APR
23

Anda Traveller? Travelling saat Outbreak Covid-19

Kamis, 23 April 2020     Dilihat: 832

Travelling menjadi kebutuhan bagi setiap manusia. Travelling dapat diartikan sebagai aktifitas berpindah dari poin A ke poin B. Travelling memberikan penyegaran bagi emosi dan jiwa kita. Hanya saja sejauh apa poin yang ingin anda tuju. Ketika anda ingin menuju lokasi yang sekira menempuh perjalanan selama 16 jam penuh (waktu tempuh ini sejauh perjalanan ke eropa), tentu membutuhkan persiapan tersendiri agar perjalanan anda nyaman, nikmat, dan tentunya mendapatkan pengalaman luar biasa. Ya tentunya hal ini dapat dinikmati ketika wabah berakhir. Wabah virus Corona telah berlangsung cukup lama dan nyata didepan mata kita. Hampir seluruh negara menyatakan virus ini sebagai Global Pandemic Disease dan mengambil tindakan pembatasan kunjungan ke negaranya. Tahun 2020 ini dapat dikatakan sebagai tahun tiarap para turis.

Saya termasuk turis yang terkena impact virus Covid-19 ini. Jadi sebenarnya saya punya tiket pesawat lengkap dengan akomodasi berikut transportasi lokal di beberapa tujuan destinasi eropa timur di bulan April ini dengan Turkish Airlines. Belinya sekitar beberapa bulan lalu atas keisengan saya juga. Bentuknya tiket non-refundable (waktu itu dapat harga 7 juta per orang pp). Awalnya saya dan keluarga tetap teguh akan berangkat karena kita yakin virus akan berakhir di akhir bulan maret. Rupanya kenyataan menunjukkan hasil yang sebaliknya, sehingga agenda travelling harus ditunda atau dibatalkan.

Bagi Anda yang bernasib seperti saya, sudah punya tiket dan mungkin sudah mengurus visa Schengen, berikut saya share informasi yang dapat kita perhatikan dengan melihat kondisi saat ini. Beberapa poin penting yang perlu Anda perhatikan saat Covid-19 Outbreak:

  1. Rajin-rajin baca dan refresh website airlines yang anda gunakan (tiap hari bisa berubah). Bisa jadi tiket yang Anda anggap hangus, nantinya bisa di-refund karena perubahan policy.
  2. Jika tiket pesawat beli lewat travel agent, semua proses harus lewat travel agent. Tidak bisa direct ke airlines. Termasuk website yang meenyediakan tiket online juga masuk dalam kategori travel agent.
  3. Policy diserahkan ke maskapai sehingga mungkin ada biaya reschedule/refund jika lewat direct airlines juga via travel agent, ini bervariasi. Terutama jika kelas tiketnya berbeda untuk kasus rebooking.
  4. Karena semua lagi heboh, pastikan emosi tetap tenang saat menghubungi call center. Ingatlah baik penumpang dan perusahaan hanyalah korban, tidak ada yang diuntungkan di saat ini.
  5. Hanya tiket ke negara yang mengalami travel restriction yang bisa diproses. Jadi jangan push luck misalkan tiket Anda ke Australia (karena sampai saat ini masih dianggap relatif aman). Ada baiknya anda memperhatikan negara destinasi anda masuk atau tidak dalam travel restriction.
  6. Beberapa akomodasi hotel memperbolehkan refund walaupun kita book kamar non-refundable.

Beberapa negara yang telah melakukan travel restriction:

  • Eropa (seluruh Schengen area 26 negara tertutup untuk turis) termasuk didalamnya negara Austria, Belgium, Bulgaria, Croatia, Cyprus, the Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Poland, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden.
  • United Kingdom
  • United States
  • Asia (Cambodia, China, Hong Kong, India, Japan, Malaysia, Myanmar, Nepal, Philippines, Singapore, South Korea, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, United Arab Emirates, Vietnam)
  • Australia dan New Zealand
  • Middle East (Israel, Jordan, Lebanon, Saudi Arabia)
  • Hampir seluruh benua di belahan dunia telah melakukan pembatasan perjalanan (travel restriction)

Semoga semua kembali normal, negara kembali membuka diri untuk kunjungan turis, dan Anda serta saya kembali bahagia!! Salam Traveller!

 

Penulis:

Romi Ilham, S.Kom., M.M.

Dosen STIE Perbanas Surabaya

 

 

 

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini