APR
04

Menata Keuangan Menjelang Bulan Ramadan Di Tengah Wabah Covid-19

Sabtu, 04 April 2020     Dilihat: 184

Penulis: Meliza Silvi., SE.,M.Si., CFP, AWP. (Dosen Prodi Sarjana Manajemen)

 

Sudah 2-3 minggu ini kita lakukan physical distancing…bahkan  Pemerintah akan melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) . Peraturan ini diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.  Beberapa hal sudah kita lakukan saat di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, kuliah dari rumah, bersih-bersih rumah, memasak, mencoba resep baru, berkebun, menemani anak belajar, aktif di sosmed, rebahan dan… yang sangat popular saat ini adalah berjemur menikmati sinar matahari serta masih banyak lagi aktivitas lain yang bisa kamu lakukan.

Nah…saat ini ada hal penting lain yang perlu kita lakukan, terkait dengan keuangan kita yaitu bagaimana kita bijak dalam menata keuangan menjelang ramadan saat wabah covid-19 ini berlangsung. Beberapa waktu lalu sempat kita lihat masyarakat yang panik dan melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masalahnya, adanya panic buying membuat pembelanjaan lebih boros, harga bahan kebutuhan pokok jadi naik, serta barangnya jadi susah kita diperoleh.

Wabah ini juga sudah menyebabkan aktivitas perekonomian nasional terganggu, bahkan dunia pun terganggu. Haruskah kita menyerah dengan kondisi ini? Tentu tidak, kamu harus tetap semangat, yakin bisa melewati semua ini dengan waspada dan sabar serta tetap optimis mempersiapkan masa depan.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menata keuangan ditengah wabah covid-19:

1. Evaluasi kembali pengeluaran bulanan

Coba catat pengeluaran bulanan. Tandai keperluan yang sekiranya tidak penting, misal  pos anggaran untuk gaya hidup: untuk beli pakaian, hangout, liburan, kosmetik, nge-Mall, hiburan, bahkan biaya bahan bakar kendaraan untuk aktivitas sehari-hari serta pertimbangkan pos anggaran untuk mudik. Alokasi dana untuk pengeluaran tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin, bahkan jika memungkinkan dipangkas seluruhnya untuk hal yang lebih penting untuk diprioritaskan.

2. Menentukan Skala Prioritas Pengeluaran

Prioritaskan dana yang ada untuk kebutuhan pokok, terutama dalam ketersediaan pangan. Untuk saat ini, beberapa hal yang wajib ada di rumah adalah bahan makanan, seperti beras, telor, makanan kering, makanan olahan beku, sayur dan buah2an untuk sehari-hari dan bulan ramadan. Selain itu juga kebutuhan personal care seperti peralatan mandi, peralatan kebersihan dan obat-obatan bebas yang ringan. Kendati demikian, jangan sampai melakukan panic buying, cukup beli seperlunya saja.  Harus mampu menahan nafsu belanja, bijak berbelanja sesuai kebutuhan termasuk saat berbelanja online.

3. Realokasi Anggaran Hasil Evaluasi dan Prioritaskan untuk Keperluan Kesehatan

Dalam kondisi seperti ini, maka menjaga kesehatan adalah hal yang harus diprioritaskan oleh siapapun. Alangkah bijaknya mengalihkan sebagian dana (realokasi anggaran) untuk keperluan kesehatan. Kamu bisa membeli multivitamin untuk meningkatkan imunitas dirimu dan keluarga. Saat ini terjadi lonjakan harga multivitamin, jadi beli secukupnya saja dan diminum saat kita merasa tidak enak badan. Asupan makanan bergizi hasil olahan sendiri menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan tubuh agar sehat dan lebih hemat.

Kalau kita berada di rumah, sebaiknya tidak menggunakan handsanitizer, karena lebih baik menggunakan sabun antiseptic dengan air mengalir. Sehingga kita tidak perlu membeli handsanitizer secara berlebihan, selain mahal sekarang juga susah deperoleh. Demikian juga dengan pemakaian masker, sebaiknya kalau di rumah tidak perlu memakai masker.

Untuk kamu yang memiliki penyakit bawaan, pastikan stok obat sesuai dengan resep dokter yang kamu miliki aman. Siapkan juga ada obat penurun panas, serta obat flu dan batuk yang biasa digunakan.

4. Dana Darurat.

Saat seperti inilah dana darurat dapat digunakan. Dana tersebut yang kemudian digunakan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Bila tidak memiliki dana darurat, sebaiknya tidak menggunakan dana atau pos masa depan yang juga disiapkan. Periksa kembali dana dan tabungan yang dimiliki. Kemudian buat perkiraan apakah dana tersebut cukup untuk bertahan hidup 2-4 bulan kedepan. Jika memang kamu ragu apakah tabungan yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kurun waktu tersebut maka mulai pertimbangkan untuk menjual atau menggadaikan beberapa asset yang dimiliki seperti  perhiasan.

Demikian tadi beberapa tips mengelola keuangan saat menjelang Ramadan ditengah wabah covid-19. Semoga bermanfaat, tetap semangat untuk beribadah di rumah, berkumpul bersama keluarga dan jangan lupa selalu jaga kesehatan dimanapun kamu berada.

 

The Leading Business and Banking School

WhatsApp 085895979800
Fax. 031-5935937
humas@perbanas.ac.id

Ikuti Kami:

Whatsapp
Instagram
Youtube
Facebook
Website