MAR
23

Inilah Cara Prodi Magister Manajemen Perbanas Terapkan Ujian Tesis Online Di Tengah Pademi Covid 19

Senin, 23 Maret 2020     Dilihat: 783

Maraknya penyebaran Virus Corona (Covid 19) berdampak pada kegiatan perkuliahan sejumlah perguruan tinggi tergangu. Namun, kendala tersebut teratasi oleh STIE Perbanas Surabaya dengan cara daring (online). Bahkan, Ujian Tesis mahasiswa Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) STIE Perbanas Surabaya diselenggarakan secara online melalui Video Call Goup (VCG).

Veny Lidiawati, S.E., salah satu mahasiswa prodi Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya turut mengalaminya. Dihubungi usai Ujian Tesis, Veny mengaku tetap merasakan demam panggung sama seperti ujian dengan bertemu secara langsung. Dengan mengenakan baju putih-hitam dengan balutan Jas almamater khas Kampus Bisnis dan Perbankan Terbaik di Indonesia ini, calon lulusan dari Magister Manajemen Pemasaran ini mengaku sangat terbantu dengan adanya ujian melalui Video Call Grup tersebut.

”Menurut saya, ujian tesis secara online yang dilakukan dengan Video Call Group merupakan solusi yang tepat dalam pencegahan penyebaran Covid 19. Mengingat mulai tanggal 16 saya di rumah saja, bekerja dari rumah, dan sebisa mungkin tidak keluar rumah,” ceritanya.

Tidak dipungkiri, marketing salah satu universitas di Jawa Timur ini memang menemukan kendala selama sidang berlangsung. Kendala itu berupa jaringan seluler yang tidak stabil. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah krusial karena pelaksanaan tetap berjalan dengan lancar selama 90 menit. ”Mulainya pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Saya diuji oleh Dr. Soni Harsono, Dr Ronny, Dr. Basuki, dan Prof. Tatik selaku dosen pembimbing saya,” kesan Veny. 

Sementara itu, Ketua Prodi Magister Manajemen, Prof. Dr. Tatik Suryani, Psi., M.M., mengatakan ujian tesis secara online, sebenarnya yang berbeda hanyalah medianya. Hal tersebut pihaknya lakukan karena ingin memutus rantai penyebaran virus Corona. ”Secara substansi, (ujian tesis online,-red) tidak mengurangi bobot ujiannya karena  memakai video call.  Kita juga bisa saling melihat, termasuk 15-20 menit pertama melihat mahasiswa menyampaikan paparan,” jelasnya.

Pihaknya pun merinci, sebanyak tiga mahasiswa dijadwalkan ujian tesis dalam waktu dekat ini. Lantas, ada dua mahasiswa atas nama Veny dan Dessy sudah selesai ujian tesis secara online. ”Apabila nantinya kebijakan Ketua tentang pembelajaran secara online masih berjalan, berarti satu mahasiswa yang belum ujian ini menggunakan cara yang sama. Karena pada prinsipnya, kita tidak ingin mengganggu layanan mahasiswa,” tegasnya.

Prof. Tatik pun berencana akan mengusulkan kepada Wakil Ketua Bidang Akademik kampus setempat untuk menerapkan cara serupa dalam kegiatan Ujian Proposal Mahasiswa S2. Langkah itu akan ditempuhnya, jika kebijakan pembelajaran secara daring diperpanjang sampai bulan April. ”Untuk ke depan, seandainya itu diperpanjang sampai dengan April, kami mengusulkan kepada wakil ketua untuk Ujian Proposal bisa juga pakai media lain. Apakah itu pakai Zoom atau Video Call, yang penting tetap jalan supaya semangat mahasiswa tidak berkurang untuk menyelesaikan studinya tepat waktu,” pungkasnya. (eko/humas)

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini