NOV
14

General Lecturing Banking Outlook 2017

Senin, 14 November 2016     Dilihat: 760

STIE Perbanas Surabaya senantiasa memberikan wadah bagi mahasiswanya untuk memperdalam ilmu bisnis dan perbankan. Salah satunya, dengan cara menggelar kuliah umum berkaitan dengan kondisi perbankan yang bertema ”Banking Outlook 2017”. Bertempat di Auditorium Kampus 1 STIE Perbanas Surabaya, kuliah umum kali ini menghadirkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad, PhD., pada Senin, 14 November 2016. Ratusan peserta yang hadir dalam acara ini, meliputi pejabat bank, akademisi, dan mahasiswa setempat.

Muliaman D. Hadad, PhD., mengatakan saat ini perekonomian indonesia mengalami tekanan yang cukup signifikan dari dinamika ekonomi global. Terutama jatuhnya harga komoditas dunia dan melemahnya ekonomi Tiongkok, yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Akan tetapi, di bidang perbankan beliau menilai kondisi perbankan saat ini masih sangat baik, terutama dengan semaikin tebalnya permodalan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang ada. “Kondisi Perbankan relatif baik dengan arah positif terlihat dari meningkatnya Banking Condition Indicator, ditopang oleh kenaikan CAR (Capital Adequacy Rasio), perbaikan indeks harga saham sektor keuangan, dan suku bunga PUAB (Pasar Uang Antar Bank) yang relatif menurun,” tuturnya dalam kuliah umum tersebut.

Secara umum, OJK melihat potensi industri perbankan nasional tetap terbuka pada tahun 2017, antara lain: pertama, potensi bisnis perbankan yang besar dengan pasar domestik yang luas dan ditopang oleh regulasi kebijakan ekonomi pemerintah di berbagai bidang ekonomi. Kedua, proyek pengembangan infrastruktur oleh pemerintah yang membutuhkan layanan perbankan (financing). Ketiga, produk – produk perbankan yang masih relatif tradisional berpotensi dikembangkan menjadi semakin kompleks. Keempat, inflasi yang rendah membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan, yang akhirnya berimbas kepada suku bunga kredit yang rendah. Kelima, suku bunga rendah berpotensi meningkatkan kredit perbankan di tengah ekonomi domestik yang relatif membaik. ”Hal yang terakhir, yaitu profit perbankan yang cukup tinggi, sehingga menarik minat investor, dan kebijakan Tax Amnesty yang mengakibatkan banyak arus modal masuk yang cukup besar ke Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Lutfi, SE., M.Fin., merasa senang pejabat penting di OJK ini bisa hadir di kampus bisnis dan perbankan yang beralamatkan di Jalan Nginden Semolo 34-36 Surabaya. ”Harapannya, setelah mengikuti kuliah ini, kita mendapatkan manfaat, khususnya terkait informasi kondisi perbankan tahun depan. Dengan demikian, segenap pengurus perbanas, Bankirakademisi, maupun mahasiswa dapat bekerja keras sesuai tugas masing-masing guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”harapnya. (Robih/Eko)

 

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini