APR
03

Hari gini? Cashless-in Aja!

Jumat, 03 April 2020     Dilihat: 760

Penulis: Rohmad Fuad Armansyah, SE., M.Si. dan Moch. Bisyri Effendi, S.Si., M.Si.

 

Pembayaran transaksi telah mengalami kemajuan seiring dengan perkembangan teknologi canggih saat ini Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran telah menggantikan peranan uang tunai yang dikenal masyarakat sebagai alat pembayaran pada umumnya ke dalam bentuk pembayaran yang lebih efektif dan efisien. Didukung pula dengan pasar digital di Indonesia yang menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai.

Cepat, aman, nyaman, mudah dan efesien dalam bertransaksi menjadi alasan penerimaan sistem pembayaran non tunai (cashless) ini dan telah dikembangkan lebih lanjut untuk kemudahan transaksi. Perkembangan teknologi informasi yang diikuti dengan tingkat persaingan bank yang semakin tinggi mendorong inovasi dalam menyediakan berbagai alternatif pembayaran non tunai berupa sistem transfer dan alat pembayaran menggunakan kartu elektronis (electronic card payment) yang aman, cepat dan efisien, serta bersifat global. Salah satu teknologi dalam bidang keuangan yang kini sering dimanfaatkan adalah metode pembayaran cashless atau bertransaksi tanpa harus menggunakan uang fisik. Menggunakan semacam electronic money. Dengan begitu, manusia lebih mudah dalam melakukan transaksi keuangan di mana pun. Kemudahan yang diperoleh ketika bertransaksi cashless yaitu:

1. Hemat Waktu dan Praktis

Salah satu kelebihan dari metode pembayaran cashless adalah prosesnya yang hemat waktu dan prakts. Dengan menggunakan uang elektronik, Anda tak perlu kerepotan membawa uang tunai. Apalagi jika Anda akan melakukan transaksi dalam jumlah uang yang besar, tentunya akan repot karena membawa yang tunai dalam jumlah yang banyak saat bepergian. Apalagi saat ini tingkat kejahatan semakin meningkat sehingga rawan kejahatan.

2. Meminimalkan Tindakan Kriminal

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kejahatan masih saja sering terjadi. Di mana pun dan kapan pun, Anda bisa saja mengalami tindakan kriminal. Apalagi bagi Anda yang memiliki aktivitas padat dengan naik transportasi umum, tentu saja kehadiran uang elektronik menjadi solusi yang tepat. Cukup dengan menggunakan uang elektronik, Anda telah meminimalkan tindakan kriminal di jalanan.

3. Tak Perlu Antre Lama

Kelebihan lainnya dari uang elektronik adalah penggunaannya yang efisien sehingga Anda tidak perlu mengantre lama ketika melakukan transaksi apa pun. Anda hanya perlu tap kartu uang elektronik dan Anda dapat melakukan segala aktivitas dengan mudah.

4. Banyak Promo

Penyedia kartu-kartu elektronik ini biasanya melakukan kerja sama dengan berbagai vendor, semisal supermarket, restoran, coffeeshop, dan lainnya. Tak heran jika banyak sekali promo menarik yang ditawarkan. Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan ini secara gratis dengan menggunakan uang elektronik.

5. Bisa Dicari Tahu Keberadaannya

Sebagai pengguna uang elektronik, tentu saja segala data pribadi Anda akan terhubung. Hal ini akan membantu Anda untuk mencari tahu keberadaan electronic money jika terdapat kehilangan ataupun penyalahgunaan dana. Tentu saja ini sangat menguntungkan. Misalnya, Anda kehilangan kartu elektronik tersebut, Anda dapat melacaknya sehingga Anda tidak akan kehilangan uang.

 

Di balik kelebihannya, metode pembayaran cashless juga memiliki kekurangan. Berikut ini empat kekurangannya.

1. Jadi Lebih Sering Belanja karena Banyaknya Promo

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, uang elektronik memang memberikan banyak sekali promo menarik dan menguntungkan. Namun, hal ini akan membuat Anda mudah tergiur dengan promo-promo tersebut yang kemudian menyebabkan Anda tidak dapat mengontrol pengeluaran. Yang tadinya menguntungkan tentu saja akan membuat pengeluaran semakin boros. Karena itu, gunakanlah sebijak mungkin.

2. Rentan Aksi Cyber Crime

Memiliki uang elektronik tentunya akan memudahkan segala transaksi yang Anda lakukan. Namun, tahukah Anda jika uang elektronik sangat rentan terhadap aksi cyber crime? Hal inilah yang menjadi salah satu kekurangan yang dimiliki uang elektronik. Karena itu, berhati-hatilah untuk menyimpan uang elektronik Anda. Jangan lupa untuk selalu mengganti password-nya setiap bulan sehingga tidak mudah jatuh ke pihak yang salah.

3. Cenderung Ingin Terus Berbelanja

Meskipun serasa tidak memegang uang tunai, penggunaan uang elektronik akan membuat orang cenderung berbelanja. Hal inilah yang kemudian mendorong rasa untuk ingin terus berbelanja. Karena rasa tidak mengeluarkan uang sama sekali, membuat Anda terus-menerus membeli barang-barang yang Anda inginkan. Setelah itu, barulah Anda sadar ketika pengeluaran menjadi membengkak.

4. Masih Terbatas

Meskipun mempermudah saat proses transaksi, masih sedikit vendor yang melakukan kerja sama dengan pihak bank yang menerbitkan uang elektronik tersebut. Karena itu, membuat penggunanya merasa kesulitan untuk menemukan tempat yang dapat melakukan pembayaran menggunakan uang elektronik karena tidak semua tempat menawarkan pembayaran menggunakan sistem cashless.

 

 

Gambar 1. Grafik Perkembangan Pengguna Aplikasi E-money

Data illustrasi diatas mungkin bisa dijadikan contoh. Apakah semua provider uang elektronik diatas sudah tersebar merata di Indonesia? Gojek sudah tersebar hanya di beberapa kota besar saja. Penggunaan e-money pun kebanyakan untuk pembayaran tol, KRL dan bus yang juga hanya tersedia di kota-kota besar. Singkatnya, infrastruktur menjadi faktor yang sangat penting dalam mendukung gerakan transaksi cashless di Indonesia.

 

Gambar 2 Grafik Alat Pembayaran untuk Berbagai Transaksi

Layanan mobile payment semakin populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70% dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi e-wallet tanpa kartu untuk bertransaksi. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sudah ada 38 e-wallet yang mendapatkan lisensi resmi. Pada tahun 2018, transaksi e-wallet di Indonesia mencapai angka USD1.5 miliar dan diprediksikan akan meningkat menjadi USD 25 miliar pada tahun 2023. Tapi siapakah e-wallet paling popular di Indonesia?

Banyaknya pemain lokal di industri fintech Indonesia menjadikan aplikasi e-wallet lokal masih sebagai primadona untuk solusi cashless di Indonesia. Berdasarkan data Q2 2019 yang didapatkan dari App Annie 5 besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak masih diduduki oleh pemain lokal yaitu Go-Pay, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius.

Sama halnya dengan jumlah download aplikasi, aplikasi e-wallet lokal berhasil menduduki peringkat 5 teratas dengan Go-Pay pada urutan pertama, OVO di posisi kedua, diikuti oleh DANA peringkat ketiga, LinkAja peringkat keempat dan iSaku urutan kelima. Jenius tidak sebatas aplikasi e-wallet, tapi merupakan aplikasi perbankan yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi antar platform finansial yang berbeda seperti isi ulang saldo e-wallet lain dan berkirim valuta asing baik secara offline maupun online. Aplikasi e-wallet hasil produk bank memiliki banyak pengguna aktif bulanan di Indonesia. Kebanyakan e-wallet ini terkoneksi dengan akun rekening pengguna di masing-masing bank terkait.

Ada 4 produk aplikasi e-wallet milik bank dari keseluruhan aplikasi e-wallet yang aktif di kuartal keempat tahun 2017. Masing-masing bank itu yakni Bank CIMB dengan produk Go Mobile by CIMB, BTPN dengan Jenius, BCA dengan Sakuku dan Mega Mobile milik Bank Mega.

Pada Q2 tahun 2019 ini, 4 aplikasi e-wallet milik bank berada di peringkat 10 besar dengan pengguna aktif bulanan terbanyak. “Pemain lama” tetap eksis, yaitu Jenius, Go Mobile by Cimb, dan Sakuku. Pemain lain adalah Mega Mobile milik Bank Mega, yang berhasil masuk daftar 10 besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak pada periode Q4 2017 hingga Q2 2018.”

Go-Pay sebagai salah produk dari startup decacorn pertama di Indonesia Go-Jek menjadi aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Walaupun aplikasi Go-jek tidak digolongkan dalam aplikasi finance di App Annie, menurut informasi dari Medium 30% dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari Go-Pay. Februari 2019, Go-Pay berhasil menyentuh angka transaksi sebesar USD 6.3 miliar dengan total 70% didapatkan dari transaksi Go-Jek menggunakan Go-Pay sebagai metode pembayaran. Go-Pay juga merupakan metode pembayaran utama dari Go-Food, yang juga merupakan aplikasi pengantar makanan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu dikabarkan melalui DailySocial, Go-Pay juga dikabarkan resmi menjadi salah opsi pembayaran yang tersedia di Google Play setelah realisasi investasi yang diluncurkan Google ke Go-Jek awal tahun lalu.

OVO, aplikasi e-wallet milik Lippo Group berhasil menduduki peringkat kedua berdasarkan jumlah download aplikasi di Q2 2019. OVO bisa digunakan sebagai metode pembayaran untuk transaksi offline di Matahari Department Store and Lippo Mall. Untuk transportasi, OVO merupakan metode pembayaran di Grab Indonesia, melebarkan kerjasama OVO juga menggandeng e-commerce unicorn Indonesia, Tokopedia dengan OVO Cash. Kerjasama yang dilakukan oleh OVO dengan Tokopedia merupakan satu langkah besar untuk meningkatkan jumlah pengguna OVO di Indonesia. Berdasarkan data Map of Ecommerce Indonesia Q1 2019 Tokopedia menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android.

Jika melihat grafik perkembangan OVO, jumlah download aplikasi menurun dari peringkat ke-2 ke peringkat ke-3 di Q1 2018, tapi untuk pengguna aktif bulanan OVO meningkat satu peringkat di Q1 2018 mengalahkan LinkAja. Dikutip dari Jakarta Globe kerjasama OVO dengan Lion Air Group juga meningkatkan pengguna OVO. Kerjasama ini memberi keuntungan tambahan pada pelanggan OVO dengan mendapatkan loyalty points 20,000 setara Rp 20,000 setiap menggunakan maskapai penerbangan Wings Air, Batik Air dan Lion Air.

DANA sebagai pendatang baru aplikasi e-wallet di Indonesia langsung menunjukan kegigihannya untuk menjadi pioneer aplikasi e-wallet di Indonesia. DANA pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2018 dan langsung memperkenalkan layanan berbasis open platform. Berdasarkan data Riset iPrice Group, DANA memiliki pengguna aktif bulanan yang relatif stabil sejak Q4 2018 hingga Q2 2019. Dana berhasil naik satu peringkat di kuartal 2 2019 menggantikan LinkAja di posisi ketiga. Berbeda dengan jumlah download aplikasi, DANA turun satu peringkat ke posisi 3 digantikan oleh OVO pada Q2 2019. DANA merupakan layanan aplikasi e-wallet hasil kerjasama Emtek group dan Ant Financial juga merupakan aplikasi e-wallet resmi yang bisa digunakan untuk transaksi di e-commerce Bukalapak melalui BukaDompet.

 

Sumber: iPrice Group

Kesimpulan:

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan uang elektronik. Karena itu, sebagai penggunanya, penting untuk memanfaatkannya dengan bijak. Apa yang menguntungkan dapat Anda manfaatkan dan yang merugikan sebaiknya dihindari. Semoga informasi ini bermanfaat dan Anda makin bijak dalam menggunakan metode cashless.

 

 

 

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini