Home arrow Campus arrow Seminar / Kuliah Tamu arrow Capoeira Meriahkan Kuliah di STIE Perbanas Surabaya
Capoeira Meriahkan Kuliah di STIE Perbanas Surabaya Print E-mail
Thursday, 29 April 2010
Image
Atraksi Capoeira di sela-sela kuliah tamu
Kuliah tak melulu harus berdasar teori, rupanya inilah yang dipikirkan oleh Program Studi S1 Manajemen STIE Perbanas Surabaya. Karenanya untuk lebih mengenalkan perkembangan ekonomi,budaya, & latar belakang budaya Brasil dalam perspektif manajemen negara lain, maka diselenggarakan Kuliah Tamu Manajemen Lintas Budaya dengan mengundang tamu Prof. Caca, pendiri suatu grup Escola Cultural Zungu Capoeira, yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang kesenian Afro Brasil dan Capoeira yang sharing perkembangan pembangunan, sejarah dan budaya di Negara tersebut dan dengan dimeriahkan oleh atraksi bela diri Capoeira, Rabu, 28 April 2010  di Auditorium STIE Perbanas Surabaya mulai jam 10.30 WIB     Kesenian Afro Brasil merupakan kesenian tradisional yang berkembang di negara Brasil, yang memiliki akar dari tradisi orang kulit hitam dari Afrika yang di bawa sebagai budak ke Brazil. Sedangkan Capoeira adalah salah satu olahraga berla diri dari Brasil yang menggabungkan antara teknik, akrobatik, seni tari, dan musik yang dikemas sedemikan rupa sehingga menjadi suatu seni bela diri yang indah.
    Di latarbelakangi hal itulah, Johan Ishii, salah satu penanggung jawab comunitas Capoeira di Surabaya, mendatangkan langsung Antonio Carlos C. Cunha, Marcelo Finko, Guilherme dos santos de Oliveira dan Vitor Pontes dari Escola Cultural Zungu Capoeira dari Sao Paulo Brazil untuk sharing mengenai budaya dengan seluruh civitas di STIE Perbanas. Kunjungan grup Escola Cultural Zungu Capoeira  ini merupakan kunjungan yang kedua khusunya di Surabaya. “Saya sangat berkesan dengan mahasiswa dan dosen Perbanas, karena banyak sekali pertanyaan dilontarkan kepada kami mengenai budaya-budaya Brazil, khususnya capoeira yang menjadi topik hari ini. Sekaligus saya juga senang bisa sharing mengenai Brazil, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal Brazil dari tim Sepak bola saja,” ujar Johan, pria yang sudah 4 tahun menggeluti komunitas Capoeira ini saat diwawancarai di akhir kuliah tamu siang itu. (Imokz/Ind).